Senin, 28 Juli 2014

Halal bi halal uskup Bandung dan rombongan...















Halal bi halal uskup Bandung dan rombongan...

Source : FB Diana Lado Bara
Read more »

Minggu, 27 Juli 2014

MODEL CANTIK ASAL SPANYOL MENJADI BIARAWATI



MODEL CANTIK ASAL SPANYOL MENJADI BIARAWATI

Pada puncak karirnya yang sedang berkembang, Olalla Oliveros, 36 tahun, seorang model cantik asal Spanyol, telah melepaskan segalanya untuk menjadi seorang biarawati.

Oliveros telah menjalani karir sebagai model iklan, TV, dan aktris, namun kini ia telah bergabung dengan Ordo Santo Mikhael, sebuah kongregasi semi-kontemplatif.


Tidak ingin mengumbar cerita yang mendetil, Oliveros hanya menyebutkan sebuah pengalaman "mengguncang" yang dialaminya saat sedang berziarah ke Fatima. Ia merasa pengalaman itu aneh, namun ia tak mampu menghapus bayangan di benaknya akan dirinya berjubah sebagai seorang biarawati.

Seiring waktu ia menyadari bahwa bayangan tersebut merupakan sebuah panggilan. "Tuhan tidak pernah salah. Dia bertanya apakah saya hendak mengikuti-Nya, dan saya pun tidak dapat menolak."

Sebelum Oliveros, beberapa selebriti diberitakan telah masuk biara. Salah satunya adalah Amada Rosa Perez, seorang model asal Kolombia.

"Menjadi seorang model berarti menjadi sebuah panutan, seseorang yang nilai-nilainya berharga untuk ditiru, dan saya sudah lelah menjadi model kepalsuan," tutur Perez kepada surat kabar El Tiempo. "Saya sudah lelah akan dunia kebohongan, sandiwara, kepalsuan, kemunafikan, dan tipu muslihat, sebuah masyarakat yang penuh nilai-nilai jahat yang mengusung kekerasan, perzinahan, narkoba, alkohol, perkelahian, dan sebuah dunia yang mengagungkan kekayaan, kesenangan, pelanggaran susila, dan penipuan."

***
Disarikan dari:

Pat Archbold. "Beautiful Model Gives Up Flourishing Career To Become Nun." National Catholic Register.
<http://www.ncregister.com/blog/pat-archbold/beautiful-model-gives-up-flourishing-career-to-become-nun#ixzz38fJ4GdAV>

Anugrah Kumar. "Popular Spanish Model Olalla Oliveros Becomes Catholic Nun After 'Earthquake' Experience." The Christian Post.
<http://www.christianpost.com/news/popular-spanish-model-olalla-oliveros-becomes-catholic-nun-after-earthquake-experience-121594/>

***
(Matius 13:44-46)

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

***

—Servus Veritatis—





Read more »

Selasa, 22 Juli 2014

PERSONALITY TEST ( Mari Main Tebak-Tebakan )



This is cool... L00K at the trees and choose the one that is immediately most appealing to you. I'm number 8
Don’t think about it too long, just choose, see what hits you first, and find out what your choice says about your personality, have FUN and share your choice in the comments. Thank You . . . Results...








The results . . .
1. You are a generous and moral (not to confuse with moralizing) person. You always work on self-improvement. You are very ambitious and have very high standards. People might think that communicating with you is difficult, but for you, it isn't easy to be who you are. You work very hard but you are not in the least selfish. You work because you want to improve the world. You have a great capacity to love people until they hurt you. But even after they do. . . you keep loving. Very few people can appreciate everything you do as well as you deserve.

2. You are a fun, honest person. You are very responsible and like taking care of others. You believe in putting in an honest day's work and accept many work-related responsibilities. You have a very good personality and people come to trust you easily. You are bright, witty and fast-thinking. You always have an interesting story to tell.

3.You are a smart and thoughtful person. You are a great thinker. Your thoughts and ideas are the most important. You like to think about your theories and views alone. You are an introvert. You get along with those who likes to think and learn. You spend a lot of time, thinking about morality. You are trying to do what is right, even if the majority of society does not agree with you.

4. You are perceptive and philosophical person. You are a unique, one soul of your kind. Next to you there's no one even slightly similar to you. You are intuitive and a bit quirky. You are often misunderstood, and it hurts you. You need personal space. Your creativity needs to be developed, it requires respect of others. You are a person who clearly sees the light and dark sides of life. You are very emotional.

5. You are self-assured and in charge. You are very independent. Your guiding principle in life is 'I'll do it my way.'. You are very self-reliant and know how to stay strong for yourself and the people you Love. You know exactly what you want and are not afraid of pursuing your dreams. The only thing you demand from people is honesty. You are strong enough to accept the truth.

6. You are kind and sensitive. People relate to you very well. You have many friends and you love helping them. You have this warm and bright aura that makes people feel good when they are around you. Every day, you think about what you can do to improve yourself. You want to be interesting, insightful and unique. More than anybody else in the world, you need to love. You are even ready to love those who don't love you back.

7. You are happy and unflappable. You are a very sensitive and understanding person. You are a great listener who know how to be non-judgmental. You believe that everybody has their own journey in life. You are open to new people and events. You are highly resistant to stress and rarely worry. Normally, you are very relaxed. You always manage to have a good time and never lose your way.

8. You are charming and energetic. You are a fun person who knows how to make people laugh. You live in a state of harmony with the universe. You are spontaneous and enthusiastic. You never say no to an adventure. Often, you end up surprising and even shocking people. But that's just how you are. . . You always remain true to yourself. You have many interests and if something proves of interest to you, you will not rest until you acquire a profound knowledge of this area.

9. You are optimistic and lucky. You believe that life is a gift and you try to achieve as much as possible and put this gift to the best use possible. You are very proud of your achievements. You are ready to stick by the people you care about through thick and thin. You have a very healthy approach to life. The glass is (at least) half full for you.

You use any opportunity to forgive, learn, and grow because you believe that life is too short to do otherwise. ●▬▬▬ LIKE Black heart (cards) SHARE Black heart (cards) TAG ▬▬▬● If you LIKE, "Like" it and click "Share" to pass it forward!


Source : 
FB 
95.7 KJR
Read more »

Minggu, 20 Juli 2014

"ANDA PERLU TANDA, TUHAN TANYAKAN IMANMU"





"ANDA PERLU TANDA, TUHAN TANYAKAN IMANMU"
 Mat.12:38-42;

Secara umum dan normal, kita manusia selalu memerlukan tanda untuk percaya akan apa yang orang katakan atau telah perbuat.

Namun, ketika Yesus menjawab orang-orang Farisi yang memerlukan tanda dari Surga maka Yesus menjawab bahwa "tanda nabi Yunus" kiranya sudah cukup. Apa yang luar biasa dari orang-orang Niniweh adalah ketika mendengarkan seruan nabi Yunus, mereka tidak bertanya lagi tentang tanda atau bukti dari kata-kata sang nabi, melainkan dari pihak mereka, umat mulai berkabung, berpuasa dan bermati raga sebagai ungkapan pertobatan mereka.

Hal ini justru bertolak belakang dengan kelakuan orang-orang Farisis yang bebal hatinya. Kesembuhan, pengusiran roh jahat, perbanyakan roti dan bahkan orang mati yang dihidupkan sudah dilakukan di hadapan mereka, namun mereka masih ragu dan memerlukan tanda lain lagi.

Karena itu, kukatakan kepadamu pagi ini;Tanda dan mujizat sangat membantu dan meyakinkan orang beriman akan apa yang kita percayai, namun mujizat dan tanda bukanlah tujuan dan segalanya. Semuanya itu hanyalah sarana untuk sampai kepada tujuan awal dan akhir hidup manusia yakni Allah sendiri. Intinya, manusia memerlukan tanda dan bukti untuk percaya tapi Allah selalu menginginkan darimu iman yang membuka pintu rahmat dan mujizat bagimu. Pun kalau tidak ada mujizat maka percayalah bahwa EKARISTI KUDUS yang kita rayakan setiap saat adalah BUKTI TERBESAR bahwa Yesus telah wafat, mati dan bangkita bagi saudara dan aku.

Tidak cukup bagi kita untuk meminta tanda dan bukti cinta dari Allah, tapi saudara dan aku adalah bukti cinta Tuhan kepada dunia. Marilah kita menjadi tanda dan bukti cinta Allah kepada dunia lewat kata dan perbuatan kita setiap saat.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

Senin, 21 Juli: Mat.12:38-42;

***Rinnong - Duc in Altum***
Source : Inno Ngutra






Read more »

KITA TIDAK MENCARI TANDA, TETAPI SABDA-NYA



KITA TIDAK MENCARI TANDA, TETAPI SABDA-NYA
BACAAN: Mikha 6:1-4,6-8; Mazmur 50:5-6,8-9,16-17,21,23; Matius 12:38-42 


“… Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” – Matius 12:38

Orang terus menuntut tanda (lihat Matius 12:38); sehingga pemazmur berkata: “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku” (lihat Mazmur 50:16-17). Akibatnya, terang Allah memudar dalam keluarga, gereja, bekerja, dan masyarakat sehingga Tuhan menegur: “Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan cara apa Aku telah membebani kamu? Jawablah Aku!” (lihat Mikha 6:2-3). “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (lihat Yeremia 31:3). Allah bahkan mengutus Putera-Nya menjadi silih dosa manusia (lihat Mikha 6:7). Agar kelak tidak menerima penghakiman (lihat Matius 12:41-42). Ingatkan keluarga dan saudara seiman agar segera menerima Sakramen Tobat untuk “menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib” (lihat Kolose 2:14). Doronglah mereka taat pada firman Tuhan (lihat Yesaya 66:2); tak ubahnya seorang prajurit (lihat 2Timotius 2:4). Sebab, “orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal” (lihat 1Korintus 9:25). Rasul Paulus mengajarkan: “Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (lihat 1Korintus 9:27). “Janganlah anggap enteng teguran Tuhan” (lihat Ibrani 12:5). Tegaskan, kita tidak “sederajat” dengan Allah (lihat Mazmur 50:21).

Bacaan pertama hari ini ingin mengingatkan bahwa kebebasan atau kemerdekaan hanya dapat diraih bila melakukan tiga hal, yaitu: bertindak adil, penuh belas kasihan, dan hidup rendah hati di hadapan Allah; yang disampaikan Mikha: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (lihat Mikha 6:8). Meski Tuhan sudah menuntun bangsa Israel “keluar dari tanah Mesir” dan “telah membebaskan dari rumah perbudakan” (lihat Mikha 6:4); mereka berani berkata: “Berikan kami kenikmatan, siapa yang peduli dengan kemerdekaan.” Orang ditekan tubuh fana karena tidak mau menderita dan dihantui takut akan kematian sehingga lebih memilih tetap menjadi budak di Mesir ketimbang menjalani kemerdekaan dengan harus berkelana di gurun pasir (lihat Keluaran 14:12). Mereka bersedia terenggut kemerdekaannya hanya oleh sayuran dan bumbu dapur, seperti: ketimun, melon, bawang bombay, bawang merah, dan bawang putih (lihat Bilangan 11:5). Esau melakukan hal yang sama, dia menjual hak kesulungannya dengan sekeping roti dan semangkuk sup kacang merah (lihat Kejadian 25:34). Sampai hari ini, tidak sedikit anak-anak Tuhan yang berperilaku seperti orang Israel yang tak kenal henti menuntut tanda (lihat Matius 12:38); meski mereka sebenarnya “jahat dan tidak setia” kepada Allah karena hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu tubuh fana (lihat Matius 12:39); dan tidak perduli akan hari penghakiman (lihat Matius 12:41-42).

Bani Israel tidak bersyukur atas tanda dari Allah (lihat Matius 12:38); yang telah membuat mukjizat, dan pembebasan dari wabah air menjadi darah, kodok, nyamuk, lalat, sampar, bisul, hujan es, serbuan belalang, gelap gulita , dan kematian anak sulung. Mereka malah mengikuti pikiran ketakutan dari tubuh fana bahwa hanya akan menjadi korban pembantaian pasukan Mesir dan mati di padang pasir (lihat Keluaran 14:11). Ketika putus asa melihat bangsanya memilih diperbudak kembali oleh orang mesir, berdoa dan Allah menjawab: “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada bangsa Israel supaya mereka berjalan terus” (lihat Keluaran 14:15). Rasul Paulus mengingatkan bahwa kebebasan dari Allah bukan untuk memenuhi keinginan daging, “tetapi kebebasan yang membuat kamu saling melayani dalam kasih” (lihat Galatia 5:13). Untuk mencegah agar tidak kembali jatuh ke dalam perbudakan tubuh fana, orang harus mengikuti hati nurani di mana Roh Allah bersemayam (lihat Roma 5:5); yang mengajarkan agar: mengasihi, memaafkan, dan mendoakan musuh, mendoakan pasangan hidup dan keluarga, menjadi saksi Yesus di manapun berada, berdoa, membaca, dan merenungkan firman Tuhan, mengubah gaya hidup seturut perintah Allah, rajin menyatukan diri dengan tubuh Kristus lewat Misa harian, melayani sesama, menjalani perpuluhan dan sedekah, berdoa puasa, dan terus memikul salib sambil mengikuti Yesus agar Dia tidak perlu bertanya: “Hai umat-Ku, apakah yang telah Ku-lakukan kepadamu? Dengan cara apa Aku telah membebani kamu? Jawablah Aku!” (lihat Mikha 6:3).

Allah berjanji: “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau” (lihat Mazmur 50:15); dan “siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Ku-perlihatkan kepadanya” (lihat Mazmur 50:23). Tuhan membuktikan waktu bangsa Israel dimerdekakan dari kejaran balatentara Firaun. Musa menenangkan bangsanya dengan berkata: “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (lihat Keluaran 14:14). Musa menerima janji itu sebelum Allah menyelamatkan orang Israel sehingga mereka bisa menyeberangi Laut Merah dan pasukan Mesir binasa oleh tamparan dan renggutan dinding air yang menyatu kembali. Inilah simbol Pembaptisan. Bila orang melangkah seturut janji baptis, mereka cukup berdiam diri karena akan melihat kemenangan yang diberikan Tuhan. Sebaliknya, orang tidak akan pernah melihat kemenangan yang diberikan Allah bila mengikuti keinginan tubuh fananya. Oleh Pembaptisan dan pembaruan janji baptis, diri ini berada dalam Kristus sebagai manusia baru (lihat Kolose 3:10); anak-anak Allah (lihat Roma 8:15; Galatia 4:6; 2Timotius 1:7); yang ditebus oleh darah Yesus sehingga menjadi bait Roh Kudus dan anggota Gereja-Nya: tubuh Kristus (lihat 1Korintus 6:19-20). Ahli Taurat dan orang Farisi sama seperti nenek moyang mereka, yang meski begitu banyak mukjizat, tanda, dan pembebasan sudah diberikan Tuhan, mereka terus mendesak Tuhan agar membuat lebih banyak lagi mukjizat, tanda, dan pembebasan karena tak bisa mengucap syukur sehingga selalu merasa kurang dan tak pernah merasa puas (lihat Matius 12:38).

Oleh tubuh fana, orang berjuang mengejar kehidupan, kemerdekaan, dan kesenangan menurut ajaran dunia. Seperti bangsa Israel, mereka memilih kenikmatan dan pelampiasan hawa nafsu ketimbang kemerdekaan. Orang begitu gegabah menukar kemerdekaan di dalam Yesus dengan kenikmatan sesaat, seperti: dosa seksual, korupsi, manipulasi, tidak mau memaafkan, memperbudak sesama termasuk keluarga, dan lainnya. Ingatkan mereka agar berhenti berlari dalam kesia-siaan sebab: “Putera Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya yang akan mengumpulkan semua orang yang menyesatkan dan yang melakukan kejahatan. Semua orang ini akan dibuang ke dalam tanur api yang bernyala-nyala di mana akan ada tangis dan kertak gigi” (lihat Matius 13:41-42). Dalam Injil hari ini (lihat Matius 12:39-40), Yesus memberitahu tentang salib, kematian, dan kebangkitan-Nya. Karenanya, pakailah ‘Tanda Salib’ seperti lampu pengatur lalu lintas di mana orang berhenti bila lampu merah menyala dan bergerak ketika berganti lampu hijau. Ketika melihat patung Yesus yang tersalib dan yang berhubungan dengan-Nya, diri ini sebaiknya bereaksi yang sama, yaitu: segera berhenti, doa singkat, dan menatap-Nya agar pandangan selalu tertuju kepada Yesus (lihat Ibrani 12:2). Kita menatap penuh hening di hadapan Allah yang menjelma menjadi manusia, Hamba Penderitaan, yang sedang tergantung sekarat dipenuhi dengan bilur-bilur yang mengeluarkan darah (lihat Yesaya 52:14-15). Di dalam keheningan itu, orang mungkin akan mendengar Yesus berkata: “Diamlah dan ketahuilah bahwa Aku-lah Allah!” (lihat Mazmur 46:11).

Tuhan bersabda: “Kamu akan menjadi murid-murid-Ku jika kamu tetap berpegang pada perkataan-Ku” (lihat Yohanes 8:31). Kita bukan mencari tanda (lihat Matius 12:38); tetapi mencari sabda-Nya agar bisa hidup taat sebagai ucapan syukur atas kerahiman-Nya (lihat Yohanes 14:15-23). Hanya Yesus Kebenaran (lihat Yohanes 8:32); yang bisa membebaskan dari belenggu dosa (lihat Yohanes 8:36). Yesus datang ke dunia untuk memberi kemerdekaan kepada orang-orang yang berharap kepada-Nya (lihat Lukas 4:18); yaitu: “dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (lihat Roma 8:21). “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (lihat 2Korintus 3:17). Ingatkan keluarga dan saudara seiman agar: “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” (lihat 1Petrus 2:16); supaya tidak menerima penghakiman (lihat Matius 12:41-42); karena upah dosa adalah kematian (lihat Roma 5:23). Anjurkan agar tidak membiarkan mata dibuat liar oleh tubuh fana (lihat Ayub 31:1); menjaga lidah hanya untuk memuliakan Tuhan (lihat Yakobus 3:5-6); dan tidak mengikuti keinginan perut dan hal-hal duniawi (lihat Filipi 3:9); tak henti memohon buah-buah Roh Kudus, termasuk roh takut akan Allah (lihat Yesaya 66:2); agar bisa menguasai diri (lihat 1Korintus 9:27); menyenangkan-Nya (lihat 2Timotius 2:4); sehingga layak menerima hidup kekal (lihat 1Korintus 9:25). Terpujilah Kristus!

Doa: “Ya Bapa di surga, mampukanlah hamba agar selalu menjunjung tinggi kemerdekaan yang telah diberikan Putera-Mu, Juruselamat hamba, Yesus Kristus. Sertai, bimbing, dan lindungilah hamba dengan Roh-Mu yang kudus sehingga teguh dalam iman dan dapat melayani. Kasihanilah hamba ya Bapa, ampunilah hamba ya Yesus Kristus, tolonglah hamba ya Roh Kudus, Allah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa, amin.”

Janji: “’Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!’ Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. ‘Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.’ Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: ‘Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.’” -- Mazmur 50:5-6,8-9,16-17,21,23


Renungan Hari Ini, Senin, 21 Juli 2014


PESTA PARA KUDUS: Santo Arbogastus dari Strasbourg, Uskup; Santo Klaudius, Santa Yulia, Santo Yustus dan Santo Yukundinus dari Troyes, Martir; Santo Konstantinus dari Monte Cassino, Kepala Biara; Santo Laurentius dari Brindisi (Julius Caesar Rossi), Doktor Gereja; Beato Oddino Barrotti, Pengaku Iman; Santa Praxides (Praxedes) dari Roma, Perawan, Pengaku Iman; Santo Victor dan kawan-kawan dari Marseilles, Martir; Santa Wastrada dari Utrecht, Janda, Pengaku Iman; Santo Yohanes dari Moyenmoutier, Pertapa; Santo Yohanes dari Edessa, Pertapa; Santo Zoticus dari Comana, Uskup, Martir.


Source : Renungan Hari Ini



Read more »

Sabtu, 19 Juli 2014

Kepada Jokowi, Uskup Agung Jakarta Cerita soal Kepemimpinan

 

 

Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) berorasi di depan warga yang memenuhi jalan dan halaman Pasar Induk Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2014). Dalam orasinya Jokowi mengatakan kegembiraannya karena disambut ribuan warga.

Kepada Jokowi, Uskup Agung Jakarta Cerita soal Kepemimpinan

 

JAKARTA, - Pertemuan dengan calon presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (19/7/2014), dimanfaatkan oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo untuk bercerita soal tipe kepemimpinan yang ideal bagi masyarakat.
Suharyo mengatakan, tipe kepemimpinan yang ideal itu merupakan bagian dari isi surat gembala uskup kepada seluruh umat Katolik di Indonesia. Surat gembala oleh uskup itu dikeluarkan pada Kamis (17/7/2014).

"Kami kan memiliki ajaran sosial gereja. Salah satunya bagaimana pemimpin yang umat atau masyarakat harapkan," ujar Suharyo usai pertemuan tertutup di kantor Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) di Jalan Cut Mutia Menteng, Jakarta Pusat.
Apa saja kriteria pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat? Suharyo mengatakan, ada empat kriteria pemimpin yang baik menurut ajaran Katolik. Pertama, menghargai kehidupan. Kedua, memperjuangkan kebaikan bersama.

"Ini dalam bahasa Pancasila-nya perjuangkan kesejahteraan sosial," lanjut Suharyo.
Ketiga, bisa menggerakan kesetiakawanan dan solidaritas. Keempat, memberikan perhatian yang lebih bagi masyarakat yang kurang beruntung.
"Saya cerita itu semua ke beliau," ujar dia.

Lantas, apakah Jokowi cocok dengan kriteria tersebut? Suharyo enggan menjawabnya. Dia mengatakan, maksud dia bercerita soal pemimpin yang baik kepada capres nomor urut dua itu hanya untuk referensi saja. Siapapun yang menjadi presiden, lanjut dia, harus memiliki kriteria demikian.
"Itu sangat umum kok. Bukan hanya untuk di Katolik saja," lanjut dia.

Jokowi datang ke KWI diterima oleh Uskup Ignatius Suharyo serta sejumlah pejabat KWI. Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar 30 menit. Usai dari KWI, Jokowi mendatangi kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).

Source :   http://nasional.kompas.com/read/2014/07/19/17141491/Kepada.Jokowi.Uskup.Agung.Jakarta.Cerita.soal.Kepemimpinan

 

 

 

Read more »

Kamis, 17 Juli 2014

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Sinaga telah menahbiskan 4 orang menjadi DIAKON



 Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Sinaga telah menahbiskan 4 orang menjadi DIAKON


Tadi di Seminari Menengah P. Siantar dalam Perayaan Ekaristi jam 17.30 sd 20.00, Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Sinaga telah menahbiskan 4 orang menjadi DIAKON, yakni:

1. Diakon Dedi Ananta Sembiring Pr
2. Diakon Irfantinus Tarigan Pr
3. Diakon Limson Manalu Pr
4. Diakon Hamjani Fransiskus Simbolon Pr.

Kita ucapkan selamat bagi keempat diakon ini, dan semoga tak lama lagi mereka ditahbiskan menjadi Imam.


Source : FB Leo Sipahutar Ofmcap
Read more »