Jumat, 20 Mei 2016

Apakah Brevir ?

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Pertanyaan yang sering ditanyakan:
1. Apakah Brevir?
Brevir adalah Ibadat Harian. Bukunya berjudul Ibadat Harian. Ibadat Harian ini awalnya hanya dikenal di kalangan para imam, biarawan/wati. Setelah Konsili Vatikan II, maka doa ini disosialisasikan kepada umat awam agar umat awam pun dapat juga turut serta mendaraskannya. Namun karena di dalam buku Ibadat Harian atau Brevir tersebut banyak istilah-istilah yang kurang dimengerti umat awam dan bingung bertanya kemana, maka umat awam banyak yang tidak mendaraskannya.

2. Apa isi Brevir?
Garis besarnya di dalam Brevir ada Madah, Kidung, Mazmur, Bacaan Kitab Suci, dan beberapa doa lainnya. Yang kesemua itu, untuk didaraskan 7x sehari.

3. Mengapa 7x sehari?
“Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Besarlah kententeraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.” (Mazmur 119:164-165)

4. Ibadat apa saja yang termaksud dalam 7x sehari tersebut?
a. Ibadat Pembukaan & Ibadat Bacaan
b. Ibadat Pagi
c. Ibadat Sebelum Tengah Hari
d. Ibadat Siang
e. Ibadat Sesudah Tengah Hari
f. Ibadat Sore
g. Ibadat Penutup

5. Jam-jam berapa saja?
Jika kita mengikuti jam-jam Ibadat yang dipraktekkan oleh para rahib Rawaseneng, maka jam-jam Ibadat adalah sebagai berikut:
a. Ibadat Pembukaan & Ibadat Bacaan (03.30)
b. Ibadat Pagi (06.00)
c. Ibadat Sebelum Tengah Hari (08.15)
d. Ibadat Siang (12.00)
e. Ibadat Sesudah Tengah Hari (14.30)
f. Ibadat Sore (17.30)
g. Ibadat Penutup (19.45)
Namun jika tidak bisa mengikuti jam-jam tersebut, jangan khawatir. Tetaplah mendaraskan dengan penuh sukacita. Akan sangat baik jika sebelum tidur, anda sudah mendaraskan 7 Ibadat tersebut.

6. Apakah harus 7x Ibadat sehari?
Di dalam perjalanannya, sudah umum didaraskan 3 Ibadat, yaitu Ibadat Pagi, Ibadat Siang, Ibadat Sore. Di gereja-gereja yang masih mendaraskan Brevir, malah hanya mendaraskan Ibadat Pagi dan Ibadat Sore. Tidak masalah. Namun jika rindu untuk mengikuti Raja Daud yang memuji-muji Tuhan 7x sehari, baik kiranya jika dapat mendaraskan 7 Ibadat tersebut.

7. Yang disebut sebagai ‘Ibadat’ apakah harus beramai-ramai.
Tidak. Dapat dilakukan oleh perorangan secara pribadi.
8. Bagaimana mendaraskannya?
Di pertapaan Rawaseneng mendaraskan 1 Ibadat banyak dengan dilantunkan, mereka menjadikannya seperti lagu-lagu mazmur. Namun jika untuk didaraskan perorangan, baiklah hanya didaraskan/dibaca saja perlahan, jangan terburu-buru. Daraskanlah Ibadat/Doa itu dari atas sampai bawah dengan tenang dan penuh sukacita.

8. Apa arti tanya (*) dan arti tanda salib kecil
Tanda (*) biasanya ada di ujung kalimat, yang dimaksudkan sebagai jedah agar kita berhenti sejenak sebelum masuk ke kalimat kedua di bawahnya. Tanda (*) ada sebagai pemisah, jika bait terdiri dari 2 kalimat. Sedangkan tanda salib kecil biasanya ada di ujung kalimat, dimana 1 bait terdiri dari 3 kalimat. Jika dilagukan, maka pada tanda salib kecil itu akan terdengar turun 1 nada. Namun jika hanya didaraskan, maka tanda salib kecil itu akan berfungsi sama yaitu sebagai jedah untuk masuk ke kalimat selanjutnya.

9. Dimana bisa diperoleh Brevir (Buku Ibadat Harian)?
Yang kami ketahui adalah di Toko Buku Rohani OBOR, Jakarta.

10. Bagaimana akses Brevir secara online?
Sementara ini kami memberikan kemudahan dengan menyediakan:
a. Blogspot (www.brevirharian.blogspot.com) Klik dahulu “Link Harian” baru carilah sesuai tanggal dan waktu yang anda perlukan.
b. Fanpage Facebook: www.facebook.com/brevirharian di sini, setiap hari, malam sebelumnya kami akan mem-posting 7 Ibadat untuk keesokan harinya, sehingga anda tinggal men-scroll status-status yang berisi Ibadat-ibadat sesuai waktu yang anda perlukan.
c. Yahoogroups “Brevir Harian”https://groups.yahoo.com/neo/groups/BrevirHarian/info jika anda bergabung di group ini, maka setiap hari anda akan menerima 8 e-mail, 7 Ibadat + 1 Kerangka Halaman. Karena banyaknya e-mail harian yang akan anda terima; sebaiknya anda membuat folder khusus di e-mail anda ATAU memiliki e-mail baru khusus untuk menerima e-mail Brevir ATAU meng-edit membership di yahoogroups tersebut.

11. Apa manfaat mendaraskan Brevir?
Begitu banyak rahmat dan berkat menanti yang akan TUHAN ALLAH berikan untuk anda. Sudah banyak para pendaras yang merasakan indahnya berkat dan rahmat di dalam kehidupan mereka. Seringnya sulit dijabarkan, damai, sukacita, kemudahan-kemudahan hidup, persoalan-persoalan yang diberikan jalan keluar tak terduga.

12. Saran...
Jika anda sudah memulainya, janganlah memulai hanya dengan semangat-semangat awal saja. Tetaplah konsisten menjaga komitmen untuk tetap membaca brevir. Kita tidak pernah tahu kapan TUHAN ALLAH akan memberikan rahmatNYA kepada kita. Janganlah kendur semangat kita.

13. Tetap membaca dan mempelajari BUKU IBADAT HARIAN
Kami hanya menyediakan kemudahan untuk anda membaca Brevir Harian secara ONLINE. Namun kita harus ingat bahwa koneksi internet tidak selalu baik. Jika pun anda bepergian, terkadang sinyal pun tidak selalu mudah didapat. Untuk itulah, sangat kami sarankan; BELILAH dan PELAJARILAH BUKU IBADAT HARIAN (BREVIR) tersebut. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anda untuk berhenti mendaraskan Brevir.

MARILAH PENUHI SURGA DENGAN PUJI-PUJIAN KEPADA DIA YANG SUNGGUH MENGASIHI KITA DAN LAYAK MENERIMA PUJI-PUJIAN.
Read more »

Mazmur dan Doa Orang Benar Saat Di Serang Oleh Musuhnya


Mazmur dan Doa Orang Benar Saat Di Serang Oleh Musuhnya

Read more »

Senin, 09 Mei 2016

MENGAPA KITA MENDOAKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL



MENGAPA KITA MENDOAKAN 
ORANG YANG SUDAH MENINGGAL

Mengapa kita mendoakan orang yang sudah meninggal bahkan dalam Gereja Katolik ada perayaan Khusus untuk orang meninggal tanggal 2 Nopember. Bukankah orang yang sudah meninggal merupakan urusan Tuhan dan bukan urusan manusia? Inilah pertanyaan yang dilontarkan oleh saudara-i kita non Katolik. Banyak di antara kita yang bisa menjawab namun tidak sedikit yang emosi menjawab untuk menutupi bahwa kita tidak tahu. Beberapa jawaban untuk ini.
Pertama, bahwa kita Katolik percaya bahwa adanya api penyucian. Api Penyucian atau ‘purgatorium’ adalah ‘tempat’/ proses kita disucikan. ‘Disucikan’ bukan ‘dicuci’, oleh sebab itu disebut Api Penyucian (bukan Api Pencucian). Gereja Katolik mengajarkan hal ini di dalam Katekismus Gereja Katolik # 1030-1032, yang dapat disarikan sebagai berikut:
1) Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.
2) Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.
3) Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.
Dasar dari Kitab Suci
Keberadaaan Api Penyucian bersumber dari ajaran Kitab Suci, yaitu dalam beberapa ayat berikut ini:
1. “Tidak akan masuk ke dalamnya [surga] sesuatu yang najis” (Why 21:27) sebab Allah adalah kudus, dan kita semua dipanggil kepada kekudusan yang sama (Mat 5:48; 1 Pet 1:15-16). Sebab tanpa kekudusan tak seorangpun dapat melihat Allah (Ibr 12:14). Melihat bahwa memang tidak mungkin orang yang ‘setengah kudus’ langsung masuk surga, maka sungguh patut kita syukuri, bahwa Allah memberikan kesempatan pemurnian di dalam Api Penyucian.
2. Keberadaan Api Penyucian diungkapkan oleh Yesus secara tidak langsung pada saat Ia mengajarkan tentang dosa yang menentang Roh Kudus, “…tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Mat 12:32) Di sini Yesus mengajarkan bahwa ada dosa yang dapat diampuni pada kehidupan yang akan datang. Padahal kita tahu bahwa di neraka, dosa tidak dapat diampuni, sedangkan di surga tidak ada dosa yang perlu diampuni. Maka pengampunan dosa yang ada setelah kematian terjadi di Api Penyucian, walaupun Yesus tidak menyebutkan secara eksplisit istilah ‘Api Penyucian’ ini.
3. Rasul Paulus mengajarkan bahwa pada akhirnya segala pekerjaan kita akan diuji oleh Tuhan. “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor 3:15) Api ini tidak mungkin merupakan api neraka, sebab dari api neraka tidak ada yang dapat diselamatkan. Api ini juga bukan surga, sebab di surga tidak ada yang ‘menderita kerugian’. Sehingga ‘api’ di sini menunjukkan adanya kondisi tengah-tengah, di mana jiwa-jiwa mengalami kerugian sementara untuk mencapai surga.
4. Rasul Petrus juga mengajarkan bahwa pada akhir hidup kita, iman kita akan diuji, “…untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan… pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Pet 1:7).
Alasan kedua, Dasar Kitab Suci
Gereja Katolik untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal adalah adanya Persekutuan Orang Kudus yang tidak terputuskan oleh maut. Rasul Paulus menegaskan “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39).
Kita sebagai sesama anggota Tubuh Kristus selayaknya saling tolong menolong dalam menanggung beban (Gal 6:2) di mana yang kuat menolong yang lemah (Rm 15:1), maka jika kita mengetahui (kemungkinan) adanya anggota keluarga kita yang masih dimurnikan di Api Penyucian, maka kita yang masih hidup dapat mendoakan mereka, secara khusus dengan mengajukan intensi Misa kudus. Kita berdoa bagi orang yang sudah meninggal agar mereka dibebaskan dari dosa-dosa mereka (2 Mak 12:42-46). Dalam Sirakh 7 : 33 juga dituliskan bahwa “Hendaklah kemurahan hatimu meliputi semua orang yang hidup, tapi orang matipun jangan kau kecualikan pula dari kerelaanmu”. Ayat ini mempunyai pengertian bahwa bantuan melalui doa – doa dan persembahan kepada orang yang sudah mendahului kita tidak akan sia-sia, karena itulah bentuk perhatian dan bantuan kita secara rohani kepada mereka. Catatan. Kitab Makabe dan Sirakh termasuk dalam kelompok Kitab Deteurokanonika yang tidak diakui oleh Gereja Kristen Protestan. Di sinilah letak perbedaannya.
Alasan ketiga ialah, kita (baik Katolik maupun Protestan) percaya adanya kebangkitan. Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Korintus, “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (1Kor 15:13). Dengan kata lain, orang yang tidak percaya akan kebangkitan badan, tidak percaya akan Kristus sendiri yang telah bangkit. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” (1Tes 4:13-14). Sumber; katolosilitas.org dan Iman Katolik dan. Semoga paparan sederhana ini semakin menambah pengetahuan dan terutama iman akan Tuhan yang Maha Rahim raja kehidupan. Dan tentu bukan juga supaya kita bisa menjawab pertanyaan mengapa kita mendoakan orang yang sudah meninggal namun supaya kita yakin bahwa kita masih mampu “membuat” sesuatu (doa, intensi dan persembahan Ekaristi) bagi mereka (keluarga) kita yang sudah meninggal. (Sumber; Iman Katolik,Katolisitas.Org, Catholic Answers.)
(Katekese Ringkas dan Sederhana)

Read more »

Jumat, 29 April 2016

Mukjijat Ekaristi: Hosti Berdarah Resmi Diakui Setelah Tes DNA Yang Menakjubkan…



Mukjijat Ekaristi: Hosti Berdarah Resmi Diakui Setelah Tes DNA Yang Menakjubkan…


Polandia – pada 17 April lalu, Tahta Suci secara resmi menerima Mukjijat Ekaristi Hosti Berdarah di Legnica, Polandia. Vatikan menerima peristiwa Hosti Berdarah ini sebagai sebuah “tanda dari Mukjijat Ekaristi” setelah melalui tes DNA yang menakjubkan.

Peristiwa berasal dari Misa Natal 25 Desember 2013, seperti diceritakan Uskup Zbigniew Kiernikowski dari Legnica, pada saat konsekrasi hosti yang sempat terjatuh kemudian langsung diambil kemudian ditaruh di dalam piala yang berisi air.

Nah, pada saat itulah keajaiban tersebut terjadi. Bercak noda merah muncul di Hosti…

Setelah penampakan mukjijat ini, mulailah dibentuk komisi khusus untuk menyelidiki secara khusus persitiwa ini. Dua bulan setelah peristiwa, sebagian kecil dari potongan Hosti tersebut diambil untuk diperiksa oleh berbagai institusi penelitian. Dan hasilnya sungguh membuat kita terkejut kagum…

Departemen Kedokteran Forensik memberikan hasil akhir,”…dari gambar hispatologikal dalam Hosti ditemukan jaringan menyerupai jaringan otot halus jantung yang hidup. Tes juga memastikan bahwa jaringan tersebut adalah jaringan dari tubuh manusia dan juga ditemukan tanda-tanda tertekan.”

Lihat juga video Mukjijat Ekaristi Hosti Berdarah

Uskup Zbigniew Kiernikowski mengumumkannya tanggal 17 April lalu setelah pertemuan Vatikan yang merilis Doktrin Iman di bulan Januari 2016, dimana Tahta Suci meminta dipersiapkan tempat khusus bagi Hosti Berdarah dari Polandia agar umat bisa bersama-sama melakukan penghormatan terhadapnya.

“Saya berharap ‘relik’ (benda suci) ini dapat semakin memperdalam dan memperkuat keyakinan kita terhadap Sakramen Mahakudus. Kami melihat mukjijat ini sebagai sebuah tanda nyata Tuhan yang Mahatinggi sudi hadir dalam rupa manusia yang nyata sebagai tanda cinta yang luar biasa,” ungkap Uskup Zbigniew Kiernikowski.

Bukan kali pertama Tahta Suci memberikan tempat khusus kepada mukjijat Hosti berdarah ini. Salah satu yang terkenal adalah Mukjijat Hosti Berdarah di Itali yang setelah diperiksa memiliki jaringan darah yang hidup dan memiliki DNA darah yang sama dengan Manusia Kain Kafan dari Turin…

Inilah TubuhKu yang dikurbankan bagimu…


(Sumber: Berita Katolik)
Read more »

Senin, 01 Februari 2016

Selamat berkarya para suster FCJM,Tuhan memberkati.



Selamat berkarya para suster FCJM,Tuhan memberkati.




Di tengah keramaian ini banyak org damai dgn kita d mnjadi Sahabat.Di saat segala urusan kacau,rumit,hampa butuh Obat,senjata yaitu "Sahabat setiawan" yg harganya tidak ternilai adalah kepercayaan hati. Edisi Rasa Hati yang ada di hati. 



Capek tim FCJM ini istirahat sjenak makan disertai petai mentah ,siapa mau ayooo gabung....





Wellcome di Monteluco Psiantar. Tambah coklat Postulan FCJM berbentuk rumah lezat. Siap dibagi2 d sblumnya kita tunggu giliran kedatangan Afrika d Italia. 

Read more »

Jumat, 29 Januari 2016

Gusdur : Yesus Kristus Atau Isa Al-Masih Adalah Juru Selamat Seluruh Manusia,Bukan Hanya Kristen Saya,Islam Juga

Gusdur : Yesus Kristus Atau Isa Al-Masih Adalah Juru Selamat Seluruh Manusia,Bukan Hanya Kristen Saya,Islam Juga


Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal orang bukan hanya sebagai Presiden RI, tetapi seorang pendobrak sejarah di negeri ini.

Bagaimana tidak, di zaman kepemimpinannya Gus Dur berani meluruskan arti toleransi yang sebenarnya.

Toleransi antar umat beragama yang bukan sekedar slogan tapi tindakan nyata.
Terbukti, perayaan Imlek bagi umat Tionghoa dijadikan hari libur nasional di zaman kepemimpinan Gus Dur.

Bukan itu saja, pernyataan yang menunjukan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung toleransi yang tinggi antar umat beragama juga selalu dilontarkannya.

Jelang Natal 2015, sebuah foto Gus Dur lengkap dengan pernyataannya yang berkesan dishare netizen ke sosial media.
Postingan foto dan pernyataan Gus Dur tentang Natal diunggah oleh pemilik akun facebook Mochtar Marhum II, yang kemudian dibagikan oleh netizen lain.

Kalimat berkesan itu bunyinya: "Mestinya yang merayakan Natal bukan hanya umat Kristen, melainkan juga umat Islam dan umat beragama lain, bahkan seluruh umat manusia. Sebab Yesus Kristus atau Isa Al-Masih adalah juruselamat seluruh umat manusia, bukan juru selamat umat Kristen saja."
Kalimat ini dilontarkan Gus Dur saat membawakan Sambutan di acara perayaan Natal bersama umat Kristen 27 Desember 1999. (Facebook/Mochtar Marhum II)(tribun)

http://www.zekiu.com/2016/01/gusdur-yesus-kristus-atau-isa-al-masih.html?m=1
Read more »

Kamis, 28 Januari 2016

Jokowi Kunjungi Biarawati Katolik Adik Mensesneg Moerdiono

Presiden Joko Widodo ditunjukkan oleh salah satu biarawati OCD tentang profilnya sejak sebagai wali kota hingga presiden pada kunjungannya ke susteran OCD di Dili di sela-sela kunjungan kenegaraan di Timor Leste, Selasa (26/1). (Foto: Setpres RI)

Jokowi Kunjungi Biarawati Katolik Adik Mensesneg Moerdiono

DILI,– Presiden Joko Widodo—di tengah kunjungan kenegaraan ke Timor Leste—mengunjungi susteran Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD) di Dili. Di situ ia sempat bertemu dengan Sr Margaretha Mariadi, OCD, adik mendiang Menteri Sekretaris Negara era presiden Soeharto.

Peristiwa menarik itu terjadi pada Selasa (26/1) setelah Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Ledicere Dili ditemani Presiden Taur Matan Ruak dan Perdana Menteri Rui Maria de Araujo. Mereka sebelumnya sudah menyelesaikan pertemuan bilateral dan menandatangani lima dokumen kerja sama.

Presiden Jokowi kemudian dijadwalkan mengunjungi Taman Makam Pahlawan Metinaro. Di pemakaman untuk para pejuang kemerdekaan Timor Leste ini, bekas Wali Kota Surakarta ini meletakkan karangan bunga. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Makam Pahlawan Seroja—tempat pemakaman para Tentara Nasional Indonesia.

Tapi di tengah perjalanan, Presiden blusukan ke rumah biarawati yang dihuni belasan ‎biarawati dari ordo OCD. Di sini Presiden bertemu dengan mantan Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, dan sempat berdialog dengan biarawati di tempat pelayanan kesehatan bagi warga yang tidak mampu.

Dan para biarawati yang memang masih Warga Negara Indonesia turut mendoakan, “Kami berdoa semoga Bapak berhasil memimpin NKRI,” ucap salah satu suster senior Sr Margaretha Mariadi, OCD yang telah berusia 77 tahun dan merupakan adik kandung mendiang Moerdiono, Menteri Sekretaris Negara di era Presiden Soeharto.

Sebelumnya, Sr Margaretha Mariadi menyambutnya dengan sukacita. “Maturnuwun sanget Bapak sampun kersa tindak,” ungkapnya dalam bahasa Jawa. Maksudnya, “Terima kasih banyak Bapak karena sudah berkenan untuk datang.”

Menurut Xanana Gusmao para biarawati tersebut telah tinggal di Timor Leste selama 22 tahun. Sr Margaretha adalah biarawati paling tua.

Moerdiono Anak Keempat dari Delapan Bersaudara

Mensesneg Moerdiono adalah kelahiran Banyuwangi 19 Agustus 1934 ini di masa kecilnya merupakan sosok yang bahagia dalam limpahan kasih sayang seorang penilik sekolah bernama Soekomihardjo dan ibundanya, Maryati. Perwira bernama lengkap Letnan Jenderal (Purn) DR (HC) Drs KPH Moerdiono Hadiningrat ini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, yaitu Mujiati, Susiati, Lilik Moerdiati, Sr Margaretha Mariadi, OCD, Margono, Murtiasih, dan Budi Santoso.

Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia pernah berada di puncak keemasannya. Di masa tersebut, Moerdiono berada di belakang Soeharto. Dialah think thank dan decision maker Soeharto.

Konon, gagasan-gagasan yang disampaikan Soeharto acap berasal dari Moerdiono. Ketika sebuah konsep diberikan kepada Moerdiono, maka Moerdiono akan mengetiknya dalam sebuah konsep pidato. Mau tidak mau pemikiran Moerdiono masuk ke dalam pidato yang disampaikan Soeharto.

Moerdiono semula adalah penulis pidato dari Basuki Rachmat. Karena kehebatan daya pikir, penalaran yang luar biasa, dia mengusik pandangan mata Panglima TNI Jenderal Panggabean. Oleh Panggabean, Moerdiono yang kala itu berpangkat Letnan ditarik dan diserahkan kepada Presiden Soeharto untuk dijadikan sekretaris.

Karena mengidap kanker, pada 7 Oktober 2011, Moerdiono meninggal dunia setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit di Singapura.

Biarawati OCD

Para suster OCD hidup dan tinggal di dalam biara kontemplatif. Karya kerasulan yang utama adalah mendoakan kepentingan Gereja Kudus Allah dan seluruh umat manusia.

Ordo ini didirikan pada 24 Agustus 1562 oleh St. Teresa Avila yang memugar Ordo Karmel dan membentuk kelompok kecil dengan nama: Ordo Karmel tak Berkasut. Dalam perkembangannya Komunitas OCD untuk pria berdiri pada 1580.

Kedatangan OCD di Indonesia bermula pada tahun 1635 dengan pionir Rm Dionisius OCD dan Br Redemptus OCD. Mereka mendarat di Aceh, namun terbunuh. Akibatnya misi OCD di Indonesia terhenti.

Pada tahun 1939, berganti para suster OCD yang datang ke Indonesia melalui negeri Belanda dan membangun Biara suster OCD di Lembang, Bandung.

Pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, para suster OCD dari Belanda ditawan dan biara mereka diduduki oleh polisi Jepang. Setelah Indonesia merdeka mereka dibebaskan.

Sementara menanti kejelasan untuk kembali ke Lembang, Uskup Ende, Mgr. Hubertus Antonius Thijssen SVD, meminta kepada para suster OCD untuk membuka biara di Ende. Maka pada tahun 1953, berlayarlah para suster OCD menuju Ende, Flores. Para suster memilih kota dingin Bajawa menjadi tempat tinggal.

Pada tahun 1960 biara OCD di Lembang kembali dibuka. Pada tahun 1994 atas permintaan Uskup Dili, Timor Leste, suster-suster OCD membuka komunitas di Hera, Dili.

Sesuai dengan peraturan yang menyatakan, bahwa komunitas suster OCD tidak boleh memiliki anggota lebih dari 21 orang, maka pada tahun 2003 diputuskan melakukan pemekaran dari beberapa keuskupan yang menjadi pilihan. Para suster OCD terdorong untuk memilih memilih Keuskupan Surabaya sebagai tempat karya kerasulan suster-suster OCD berikutnya. (dbs)

 SATUHARAPAN.COM 
Read more »