Minggu, 14 September 2014

MANFAAT IBADAH BAGI ORANG PERCAYA



MANFAAT IBADAH BAGI ORANG PERCAYA

Baca Firman TUHAN di Yesaya 29:9-16

"Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan," (Yesaya 29:13)


Tuhan mengecam bangsa Israel karena ibadah yang mereka jalankan selama ini hanyalah rutinitas belaka; pujian dan penyembahan yang mereka lakukan hanyalah lips service, sementara hatinya sangat jauh dari Tuhan. Jika ibadah yang kita lakukan selama ini setali tiga uang dengan ibadah bangsa Israel, maka semuanya tidak akan berdampak apa-apa. Sesungguhnya, ibadah adalah media penginjilan gereja bagi dunia. Melalui ibadah, gereja, menyampaikan kabar baik kepada dunia tentang kasih Tuhan dan pengharapan yang pasti di dalam Dia.

Rasul Paulus mengatakan bahwa ibadah itu berguna dalam segala hal:

1. Sebagai penyegaran rohani.

Setiap hari kita diperhadapkan dengan banyak pergumulan dan masalah, karena itu kita membutuhkan kekuatan dan penghiburan. Dan ibadah menjadi jawaban atas itu semua. Melalui firman Tuhan kita diingatkan kembali betapa kita memiliki Tuhan yang heran dan ajaib. Masalah yang kita alami tidak sebanding dengan kebesaran dan kuasa Tuhan. Hal ini memberikan ketenangan hidup bagi kita. Namun kita perlu ingat bahwa motivasi kita dalam beribadah akan mempengaruhi seluruh hidup kita. Bila kita beribadah dengan tujuan agar Tuhan mengabulkan doa-doa kita dan memberkati kita, maka kita akan mudah kecewa dan stres. Namun bila kita bertekad untuk menyenangkan hati Tuhan, hidup kita akan penuh dengan ketenangan. Sesungguhnya, ibadah menolong orang percaya untuk tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan sehingga lebih sabar menghadapi kesulitan hidup.

2. Pelayanan.

Dalam ibadah kita berkumpul dengan keluarga besar Kerajaan Allah. Ada tertulis: "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah." (Efesus 2:19). Oleh karena itu kita harus saling mengasihi dan melengkapi satu sama lain. Dan dalam ibadah inilah kita memiliki kesempatan untuk melayani Tuhan karena melayani itu bukanlah hak istimewa para hamba Tuhan atau profesional di bidang rohani saja; setiap orang Kristen adalah hamba yang melayani (baca 1 Petrus 2:9).

Beribadahlah dengan segenap hati dan layanilah Tuhan, karena Dia layak mendapatkan yang terbaik dari hidup kita.


Source : FB Renungan Harian Kristen


Read more »

FOTO JADUL SEMASA NOPISIAT TAHUN 1971



FOTO JADUL SEMASA NOPISIAT TAHUN 1971

Membuka-buka album lama akan membuat kita terkenang akan masa lampau dengan segala orang dan suasana pada waktu itu. Namun kenangan yang lebih dominan ialah perjalanan hidup yang kita jalani dengan segala manis-pahitnya.

Saya posting di sini foto penghuni Biara Kapusin Parapat tahun 1971 (para pastor staf pembina dan para frater). Kami berfoto bersama karena Pater Propinsial dari Belanda mengadakan visitasi. Kalau tak salah nama Propinsial itu ialah Pater Alfred. Kami nopis waktu itu cuma 8 orang. Frater-frater lain yang ada dalam foto itu ialah Tingkat I dan Tingkat II Filsafat.

Bisa anda kenal yang mana saya dalam foto itu? Hehehe...


Source : Leo Sipahutar Ofmcap
Leo Sipahutar Ofmcap

Read more »

Kamis, 11 September 2014

Orang Miskin Dilarang Sakit!

 

Orang Miskin Dilarang Sakit!

 

Bukan saja dilarang sakit, tapi juga dilarang merengek. Camkan!

 

SEMOGA provokasi kalimat di atas membawa Anda pada baris ini. Bukan mengada-ngada atau sekedar mencari sensasi bila kalimat di atas menggelitik atau bahkan menjengkelkan Anda. Pasalnya, inilah yang terjadi di negeri kita tersayang Indonesia. Ketika orang miskin bukan saja dilarang sekolah, dilarang pandai, dilarang sukses, tapi juga dilarang sakit – mungkin suatu saat dilarang kentut!
Kegusaran ini mampir di benak saya ketika berobat ke rumah sakit beberapa hari lalu. Minggu lalu, tenggorokan saya sakit sekali – setelah sebelumnya ada sariawan yang berbaring asik di bawah pangkal lidah – silahkan bayangkan menderitanya saya ketika menyeruput kuah soto tongkar pedas. Karena tak kunjung sembuh walau sudah diobati sendiri – bagaimana mau sembuh kalau tiap malam kripik pisang dan kripik lainnya menjadi teman ketika menyaksikan pertandingan Euro – akhirnya dengan alasan demi masa depan tenggorokkan, saya hampiri rumah sakit khusus THT tak jauh dari rumah. Namanya RS THT Prof. Nizar.
Tak butuh waktu lama untuk mengantri. Tak lama setelah mendaftar, nama saya diteriaki, “Tuan Roy Thaniago…”, lumayan disapa Tuan sesekali, ledek saya dalam hati. Dokternya perempuan berjilbab. Cukup muda. Dari wajahnya saya tafsir angka di bawah 40 untuk usianya. Orangnya ramah. Namanya singkat: Zuniar.
Setelah menanyakan apa masalahnya, saya didudukkan pada sebuah kursi periksa yang mirip kursi dokter gigi. “Oh…hanya radang”, seru si dokter. Setelah izin untuk mengolesi sariawan saya dengan sebuah obat, pemeriksaan selesai. Dituliskannya beberapa resep untuk menebus obat. Saya jadi tahu mengapa dia meminta ‘restu’ ketika ingin mengoleskan obat pada sariawan saya: perih parah baged gila itu obat!!!
Di loket pembayaran, saya cukup kaget ketika melihat biayanya: Rp. 155.ooo. Tertulis tanpa dosa dalam perincian: Adm. Rumah Sakit Rp 30.000 + Konsultasi Rp. 125.000. Mencoba memaklumi dalam hati, “yah..wajarlah biaya itu di jaman sekarang. Tinggal ngambil obat nih…”.
Setelah memberi salinan resep di loket pengambilan obat, tak lama saya dipanggil. Sang petugas berujar, – yang kemudian membuat ledakan sepi di dalam diri saya – “Jadi dua ratus delapan belas ribu dua ratus empat puluh”. ASTAGA! BUSET! ALAMAK! GAWAT! PARAH! MONYET! SIALAN! Dan seterusnya, dan seterusnya – bahaya kalau diteruskan umpatan itu.
Obat yang berisi 3 macam obat, yang tiap jenisnya berjumlah 10 biji itu, dihargai dua ratus ribu lebih! Ternyata biaya 155.oo tadi tidak beserta obat. Sepanjang jalan menuju parkiran motor sampai di rumah – bahkan sampai di kamar, sampai minum obat, sampai berak dan kencing, sampai tidur dan bangun lagi, sampai detik ini – saya terus berpikir tentang nominal tadi. Pantas saja orang miskin enggan berobat. Jumlah tadi terlalu besar. Bukan bagi mereka saja, tapi bagi saya sendiri. Honor mengajar dan menulis bisa ludes kalau sering begini.
Sangat amat disesalkan ketika sebuah lembaga publik yang harusnya melayani masyarakat, malah membebani. Motif komersilnya malah memeras dan menimbun jengkel pada masyarakat. Apakah sebenarnya tujuan rumah sakit, sekolah, pengadilan, dan lain-lain? Bukan melayani masyarakat? Bukankah mengobati orang sakit, mendidik orang bodoh, dan menegakkan kebenaran? Kalau tujuan seperti ini yang melandasi, tentunya motif komersil tidaklah diperlukan. Kalau memang mau mengeruk laba sebesar-besarnya, dirikanlah perusahaan bangsat, jadilah makelar, bangunlah rumah bordil, rayakanlah perjudian!
Ketika saya merengek pada nyokap soal biaya, dia malah melarang, dan berujar, “yah emang segitu!”. Berarti, orang miskin pun dilarang merengek, terlebih protes. Atau nanti ada yang menyahut, “Siapa suruh miskin!”.
Sementara itu, saya baru saja membaca di halaman depan KOMPAS edisi 27 Juni ketika menunggu pengambilan obat. Pada judul ‘Cendikiawan Berkomitmen’ yang ditulis ST Sularto itu, tertulis di sana, “Cendikiawan harus memihak kelas atau kelompok tertentu. Justru kalau kaum intelektual terbenam dalam menara gading dengan moralitasnya dan abai memberikan sumbangan untuk masyarakatnya, mereka adalah intelektual yang tak bermoral.”
Masihkah ada dokter (baca: cendikiawan) yang bermoral di negeri ini? Pasti ada! Walau sejumput…
Source :  http://roythaniago.wordpress.com/2008/06/30/orang-miskin-dilarang-sakit/
Read more »

Selasa, 09 September 2014

Sambil Menangis, Pilot Umumkan Pesawat Akan Jatuh

 

 

 Pesawat Europe Airpost. (Alamy/Daily Mail)

Sambil Menangis, Pilot Umumkan Pesawat Akan Jatuh

 Para penumpang dalam penerbangan dari Kroasia ke Prancis ketakutan setengah mati, gara-gara pilot mengumumkanpesawat yang mereka tumpangi akan jatuh. Karena mengalami gagal mesin. 


Setelah keadaan darurat diumumkan oleh kru pesawat, pilot pun mengatakan hal serupa sambil menangis.

"Pilot memperingatkan turis bahwa kami hanya punya 6 menit sebelum celaka," kata seorang penumpang seperti dimuat Daily Mail, Selasa (9/9/2014).

Setelah itu, para turis dalam burung besi itu diperintahkan untuk mengenakan jaket penyelamat (life jacket) dan bersiap untuk mendarat di air selama penerbangan carteran dari Split, Kroasia ke Nantes, Prancis pada 23 Agustus.

Seorang turis bernama Benjamin Girard menggambarkan pengalaman mengerikan dalam penerbangan Europe Airpost, yang dipenuhi tangisan dan teriakan. Pria yang bepergian bersama istri serta 2 putri kecilnya yang berusia empat dan enam bulan, menceritakan awal insiden mendebarkan itu terjadi tak lama setelah lepas landas.
Mulanya pilot menyatakan para penumpang untuk bersiap menghadapi turbulensi. "Kemudian orang yang duduk di bagian belakang pesawat mengatakan satu mesin telah berhenti bekerja, lalu tak lama pilot membenarkannya," beber Girard.

Para penumpang, lanjut Girard, langsung diberitahu akan dilakukan pendaratan darurat di Venisia. "Ini kesempatan bagus untuk mengunjungi kota itu," canda dia sambil menambahkan si pilot meminta semuanya mengenakan life jacket dan melepas perhiasan yang mengganggu.
"Dia bilang akan melakukan pendaratan darurat di laut, dan memperingatkan mungkin ada ledakan. Semua orang sangat ketakutan, bahkan awak kabin. Salah satu awak terlihat sangat panik dan yang lainnya pucat, hanya diam," papar Girard.

"Kemudian pilot menangis, mengatakan kami memiliki waktu enam menit sebelum celaka, tetapi tidak perlu panik. Namun orang-orang justru berteriak," ungkap Girard.

Setelah beberapa menit yang menakutkan, pesawat bermesin ganda itu akhirnya menepi di tepi pantai dekat Venice Marco Polo Airport tanpa ada korban cedera. Drama mengerikan itu pun berakhir.
Europe Airpost mengakui bahwa ada kepanikan di pesawat. Tetapi menegaskan keselamatan penumpang yang utama.

"Penerbangan menuju Nantes mengalami masalah pada mesinnya. Hal ini diidentifikasi oleh kru yang mengambil keputusan untuk mendarat di Venesia dan menginformasikannya para penumpang. Itu adalah prosedur yang dilakukan oleh kru pesawat, mendaratkan pesawat dengan aman di Venisia," ujar juru bicara maskapai penerbangan Europe Airpost. (Ein)
Source :  Liputan6.com,
Read more »

Romo Benny: Tokoh Agama Harus Turun ke Masyarakat

 

Romo Benny: Tokoh Agama Harus Turun ke Masyarakat

 Romo Benny: Tokoh Agama Harus Turun ke Masyarakat
Dialog antar umat beragama yang saat-saat ini dilakukan, menurut Romo Benny hanyalah sebuah pertemuan formalitas yang tidak menghasilkan apa-apa. Pasalnya, ketika dialog antar umat beragama mempertemukan antar tokoh-tokoh agama, yang mendapatkan pemahaman mengenai sikap toleransi hanyalah tokoh agama tersebut tanpa menyentuh umat kebanyakan.
“Zaman dulu tidak ada dialog antar agama tapi muncul kerukunan beragama. Agama dihayati dalam hidup. Dihayati dalam perilaku. Ini yang hilang,” ungkapnya di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9).
Romo melanjutkan formalisme dalam agama tidak diperlukan, yang diutamakan justru dialog yang dibangun dengan kesadaran sebagai sebuah bangsa yang bhineka. Selain itu Romo juga mengatakan, Indonesia membutuhkan banyak ruang terbuka untuk saling memahmi perbedaan. . Sehingga Indonesia menemukan titik temu dalam perbedaan tersebut.
Lebih lanjut ia menyarankan, tugas DPD/DPR merumuskan format-format dialog yang bersifat personal.”Kalau sekarang ini kan dialognya formal. Tokoh-tokoh agama bicara, di atas baik di bawah tidak. Karena tidak turun menyebabkan berbedanya cara pandang di masyarakat,” pungkasnya seperti dilansir Suara Pembaruan.
Source :  http://satuasa.com/2014/09/romo-benny-tokoh-agama-harus-turun-ke-masyarakat/

 

Read more »

FKUB untuk Generasi Muda

 

FKUB untuk Generasi Muda

 FKUB untuk Generasi Muda

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Boyolali akan membentuk Forum kerukunan umat beragama yang berisikan anak muda. Gagasan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat keberagaman dan pluralisme kepada generasi muda.
Sekertaris FKUB Boyolali, Istamar mengatakan, pembentukan forum yang berisikan anak-anak muda dari berbagai agama ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Tujuannya untuk memperkuat rasa toleransi keagamaan di antara generasi muda, serta menjadi bagian dari regenerasi tokoh-tokoh pluralisme dari generasi yang lebih tua. Mereka juga akan dijadikan kader untuk mengkampanyekan toleransi keagamaan, serta sosialisasi menangkal paham-paham radikal yang ditengarai sedang berkembang di masyarakat.
“Selama ini, sosialisasi kebanyakan hanya kepada yang tua saja. Dengan adanya forum ini, mereka bisa membantu FKUB melakukan sosialisasi bahaya paham radikal ke rekan segenerasinya seperti di lingkungan pergaulan serta di sekolah-sekolah sehingga mudah diterima,” terangnya kepada Kedaulatan Rakyat, Senin, 8/9.
Lebih lanjut, Istamar mengungkapkan forum tersebut bukan sebuah bentuk dikotomi tua-muda, tapi lebih sebagai media sosialisasi yang perannya lebih efektif. Direncanakan, komposisi forum ini ini akan beranggotakan kira-kira sebanyak 50 orang yang berusia tidak lebih dari 35 tahun. Rekruitmen dilakukan di berbagai organisasi kepemudaan.
“Sebelum turun ke lapangan, mereka akan diberi pengetahuan dan wawasan, termasuk juga tentang berbagai jenis kelompok anti kebangsaan,” tandasnya
Rencana pembentukan forum ini menurutnya sudah sejak tahun lalu. Tapi karena satu dan lain hal, realisasinya baru bisa dilaksanakan tahun ini.
Ilustrasi: www.change.org
 Source : http://satuasa.com/2014/09/fkub-untuk-generasi-muda/
Read more »

Minggu, 07 September 2014

PELABUHAN FERRY AJIBATA



 PELABUHAN FERRY AJIBATA
Hari ini hari Minggu. Biasanya ferry yang menghubungkan Ajibata dan Tomok pp (Danau Toba) banyak digunakan orang untuk menyeberang. 
Kiranya perjalanan mereka menyenangkan, tak kurang suatu apapun, dan mencapai tujuan dengan selamat. 
Tuhan, berkati perjalanan mereka.


Source : Leo Sipahutar Ofmcap
Read more »