Selasa, 24 Maret 2015

Dinding Tanah Raksasa Menyerupai Wajah Yesus?


Dinding Tanah Raksasa Menyerupai Wajah Yesus?

Dinding Tanah Raksasa Menyerupai Wajah Yesus?
Sebuah penampakan dinding tanah berbentuk wajah Yesus membuat heboh para pengunjung di sebuah lokasi wisata. Penampakan ini pun langsung menjadi tontonan para pengunjung yang dating ke San Francisco, di wilayah Putumayo, Colombia.
Para pemilik lahan pun memanfaatkan ‘penampakan’ ini untuk lebih menarik warga sekitar untuk datang ke tempat itu. Dilansir dari El Tiempo, polisi sempat datang ke lokasi untuk mengamankan area karena terlalu banyak warga yang berdatangan.
"Jika kau percaya Yesus, maka gambarnya akan kelihatan di dinding tanah itu,” kata Ximena Rosero Arango, salah seorang pengunjung.
Namun setelah foto ‘penampakan’ itu disebar ke social media, banyak yang meragukan keasliannya.
“Keajaiban atau sengaja dibuat,” tulis para netizen.

Source : http://medan.tribunnews.com/2015/03/24/dinding-tanah-raksasa-menyerupai-wajah-yesus
Read more »

Senin, 09 Maret 2015

Memang kita tidak bisa mengubah masa lalu yang kelam tapi kita bisa untuk merubah masa depan menjadi lebih baik



Terkadang banyak sekali orang yang ingin memperbaiki kualitas dirinya dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Namun ketika ia mengingat dosa di masa lalunya yang begitu kelam dan gelap, dia menganggap dirinya paling kotor dan Allah tidak akan menerima dirinya.

Putus asa terhadap rahmat dari-Nya merupakan tipu daya setan agar manusia berpaling dari Allah padahal rahmat Allah sangatlah luas dan agung

“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan disisinya diatas arsy-Nya: Sesungguhnya kasih sayang-Ku mendahului/mengalahkan kemurkaan-Ku” Begitu luar biasanya Allah sayang kepada hamba-Nya. Masih pantaskah kita berputus asa dari rahmat-Nya ?

“Sesungguhnya Rabb-mu Maha Luas pengampunan-Nya” (QS. An-Najm:32)

Lagi dan lagi Allah telah menunjukkan kepada kita betapa pemurah dan sayang kepada setiap hamba-Nya. Masihkah kita meragukan keagungan dan kasih sayang-Nya? Janganlah bersedih dan terpuruk atas banyaknya dosa-dosa kita di masa lalu

Memang kita tidak bisa mengubah masa lalu yang kelam tapi kita bisa untuk merubah masa depan menjadi lebih baik dan penuh rahmat. InsyaAllah..!
 — 

Source : https://www.facebook.com/abrahamsamad.kpk/photos/a.664980870222577.1073741830.251285174925484/773432889377374/?type=1&theater
Read more »

TUHAN YESUS KOQ MARAH ! ?


TUHAN YESUS KOQ MARAH!?

Bagi yang suka pencitraan, memegang teguh kesantunan, menempatkan keselarasan
dlsb. "marah" adalah perilaku yang tidak terpuji. Ini adalah salah satu dari tujuh induk dosa "sokicailomama" (sombong, kikir, cabul, iri-hati, loba, marah dan malas). Lalu mengapa di da1am Injil yang diperdengarkan dan diwarta­kan hari ini (Minggu Prapaska III 2015: Yoh 2: 13-25), Tuhan Yesus marah-marah dan mengusir orang­-orang yang menyalah gunakan Bait Allah untuk bisnis? Jelas bahwa secara sosial kemasyarakatan tindakan Yesus tidak simpatik, tidak etis, tidak populer, arogan, dlsb. Ia bukan seorang konformis, yang memegang keselarasan agar ke­harmonisan di dalam keberagaman sosial tetap terjaga. Ia tidak merasa minor di tengah-tengah para imam, ahli taurat, orang-orang farisi, penjaga Bait Allah, dIsb. yang permisif menjadikan Bait Allah sebagai "a big market" alias "super market". Para murid Yesus, di akhir nanti mengambil kesimpulan bahwa cinta akan rumah AllahBapa telah membakar hati Yesus. Hati­Nya menjadi hangus. Ia benci ter­hadap praktek mencampuradukkan tempat sakral dengan berbagai macam kegiatan yang profan. Ini bagian dari misi Yesus untuk mengalahkan dosa manusia.

"Marah" dapat menjadi ambivalen, yang artinya bermakna ganda. Nah, di da1amYesus Kristus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia, dapat kita perhatikan dua hal berikut ini :

Pertama, "Orang tidak bisa marah" dan menjadi santun menurut ukuran sosial-kemasyarakatan adalah bagian dari dosa sosial yang membelenggu. Mengapa? Karena ada larangan, "Jangan marah!" Pembatinan larangan ini masuk ke dalam pribadi kita dan menjadi mekanisme pertahanan diri. Kita menjadi permisif untuk hal-hal yang sebenarnya menimbulkan ke­kecewaan karena diperlakukan tidak adil, merasa tidak dihargai atau disepelekan, dlsb. Orang tidak lagi berperilaku spontan, karena sela1u harus menjaga diri demi keselarasan hidup bersama orang lain, terlebih yang jauh lebih tua daripada dirinya.

Spontanitas, kepolosan, berterus­terang, transparan...ada1ah kualitas kepribadian manusia, yang bisa hilang dari dirinya, karena ditekan oleh otoritas di luar dirinya, yaitu tatanan masyarakat yang secara imperatif mengatakan, "Jangan marah! Jangan emosionil! Jangan sok melawan! Jangan arogan! Kamu harus bisa menjaga diri!" Yesus mengajak kita untuk menjadi seperti anak kecil, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Solga."(Luk 11:3). Yesus, yang tidak mau pura-pura dan mengajak kita untuk dengan tegas melaksanakan sabdaNya, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan:

tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat," adalah Dia yang ingin menempatkan kita ini sebagai anak-anak Allah Bapa di Surga.


Kedua, Yesus marah, karena Ia sedang menempatkan kehendak Allah Bapa sebagai "Suprema Lex" atau "Hukum Yang Utama dan Pertama". Di dalam Doa Bapa Kami kita temukan, "Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam Sorga." Oleh Yesus doa ini bukan sekedar diucapkan, tetapi dihidupi. Sampai-sampai ketika Dia sedang berdoa di taman Getsemani, Ia mengatakan, "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." (Mrk 14: 36). Godaan terbesar manusia jatuh ke dalam dosa ialah ketika ia mau menempatkan dirinya sebagai pusat dan bahkan menyamai Allah. Para hamba Allah yang bertugas melayani Jema'at­Nya dapat jatuh ke dalam dosa berat, yaitu ketika atas nama Allah bertindak secara sewenang-wenang terhadap umatNya. Kekuasaan para hamba Allah dapat sedemikian tidak terbatas, bahkan sampai mencabut nyawa manusia, seperti sedang dilakukan oleh anggota ISIS di daerah Timur Tengah. 

Demikian sudah lebih dulu terjadi 2000 tahun lalu seorang Imam Agung, yaitu Kayafas, mengambil keputusan agar Yesus dihukum mati. Yesus yang dapat membangkitkan orang mati dan Dia sendiri dibangkitkan oleh Allah Bapa, telah mengosongkan diri untuk menjadi "obyek" kemarahan orang-orang berdosa. Dia yang atas nama Allah dapat marah, telah merendahkan Diri agar kehendak Allah terjadi. Demikianlah di hadapan Konstitusi atau Undang­undang Dasar untuk hidup Berbangsa dan Bernegara, kepentingan rakyat di-kedepankan lebih daripada kepentingan sekelompok orang atau partai. Ungkapan dari jaman Santo Ambrosius (th 339-397), "Vox Populi = Vox Dei" (Suara Rakyat = Suara Allah) sering dijadikan pegangan oleh kita yang hendak memperjuangkan kesejahteraan rakyat lebih daripada kepentingan segerombolan "begal”. Ketika hal ini tidak terjadi, maka ada alasan untuk marah seperti Tuhan Yesus marah, tanpa terjebak pada kesantunan sosial dengan istilah sok jagoan, arogan, sombong, dlsb.

Semakin menyerupai Yesus, yang adalah Allah dan sekaligus manusia, memang tidak mudah. Karena dari satu sisi kita hidup di dalam transendensi ilahi, namun dari lain sisi kita juga hidup di dalam immanensi kemanusiaan dengan corak khas humilitas (humus = Tanah) yang memang tidak bisa disangkal. Kita sekaligus sombong, karena ambil-bagian di dalam keilahian A11ah dan sekaligus rendah hati karena memang corak kefanaan diri manusia yang dapat mati ini tidak dapat dipungkiri. Kita berasal dari tanah dan akankembali menja ditanah.

Doa: Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk berpegang teguh pada kehendak Allah Bapa, sebagaimana Engkau telah memberi contoh teladan sampai wafat di kayu salib. Juga apabila kami mesti "marah", buatlah kami marah seperti Engkau yang mencintai Allah Bapa dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan tenaga. Jauhkan kami dari semangat suam-suam kuku ketika mesti berhadapan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah di Sorga. Amin.
Salam dan Doa
Pastor Hadrianus Wardjito SCJ
Warta Paroki Santo Barnabas No 10 THN xxII 08 Maret 2015
UNTUK KALANGAN SENDIRI
Read more »

Kamis, 12 Februari 2015

IBU ITU ADALAH PEMBOHONG



IBU ITU ADALAH PEMBOHONG

Seorang ibu dlm hidupnya membuat kebohongan.
1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tdk lapar."
2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tdk suka daging, makanlah, nak.."
3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk.."
4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."
5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tggl di sana."
Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.
Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.
Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu....
karena beliaulah malaikat nyata yg di kirim Tuhan
untuk menjaga kita (Love U Mom)
Berbahagialah orang2 yang memiliki Ibu,
dan bahagiakanlah Ibumu selagi sempat.
Read more »

Selasa, 10 Februari 2015

CDD - Congregatio Discipulorum Domini



CDD - Congregatio Discipulorum Domini 

PARA IMAM - MURID-MURID TUHAN
Celso Constantini mendirikan sebuah kongregasi berbasis budaya di RRC, Congregatio Discipulorum Domini atau Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD) di Xuanhua, China Utara pada 31 Maret 1931.
Perubahan politik melalui Revolusi Komunis di China pada tahun 1949 menyebabkan CDD yang semula bersifat lokal pada 1950 terpaksa berubah menjadi kongregasi yang memiliki misi ke luar. Maka para anggota CDD mulai mengadakan misi di luar negeri, seperti Filipina, A.S., Meksiko, Italia, Taiwan, Malaysia dan Indonesia. Pusat Generalat CDD sekarang ada di Yangmingshan - Taipei Taiwan R.O.C.
Spritualitas CDD: - Diutus mendahului Tuhan ke setiap kota dan tempat untuk mewartakan kabar gembira (Luk 10:1-20)
- Devosi kepada Sakramen Mahakudus
- Kesetiaan kepada Tahta Suci
- Keteladanan kepada Maria, Ratu Para Rasul.
CDD hadir di Indonesia sejak 1949. Pastor Pang CDD menjadi legenda dengan karya penyelenggaraan sekolah Hua-Ind di Malang (sekarang Kolese Santo Yusuf).
Karya-Karya CDD Indonesia
- Pastoral Kategorial pelayanan umat Mandarin
- Sekolah-sekolah Kolese St. Yusup (Kosayu) Malang dan Denpasar
- Yayasan Pendidikan Kalimantan
- Kesehatan
- Rumah Retret Sawiran, Rumah Khalwat Tegaljaya, Rumah Retret Constantini
- CU Sawiran
- Asrama St. Yusup
- Melayani masyarakat kecil/miskin
- Mengelola Gua Maria Air Sanih - Bali
CDD berkarya di Keuskupan Malang (Pusat), Keuskupan Denpasar, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Pontianak.





Source : FB 

Read more »

Selasa, 20 Januari 2015

Presiden Jokowi Minta Ulama Besar di Kalbar Ceramah Bahayanya Narkoba

Presiden Jokowi Minta Ulama Besar di Kalbar Ceramah Bahayanya Narkoba

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kata sambutan dalam peresmian Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2015). 

Presiden Jokowi Minta Ulama Besar di Kalbar Ceramah Bahayanya Narkoba


Presiden RI Joko Widodo meminta kepada para Ulama besar di Kalbar, untuk menceramahkan bahayanya narkoba di Masjid.
"Selain memakmurkan masjid, gunakan juga untuk siar dan saya titip pesan kepada Ulama dan Kyai, ceramahkan bahaya narkoba di Masjid," ujar Jokowi saat memberikan kata sambutan dan meresmikan Masjid Raya Mujahidin Pontianak-Kalbar, Selasa (20/1/2015).
Jokowi yang memakai baju putih, celana hitam dan kopiah hitam ini menuturkan, sekarang ini negara Indonesia darurat masalah narkoba. "Negara kita ini, posisi darurat narkoba. Kenapa karena, ada sekitar 4 setengah juta pemuda tidak bisa direhabilitasi," ucapnya

Source : http://m.tribunnews.com/regional/2015/01/20/presiden-jokowi-minta-ulama-besar-di-kalbar-ceramah-bahayanya-narkoba
Read more »

Senin, 19 Januari 2015

9 Langkah Sukses Orang Beriman:



9 Langkah Sukses Orang Beriman:

1. Inginkanlah yang besar, 
2. Mintalah restu Tuhan, 
3. Pikirkan dengan teratur, 
4. Rencanakan yang sederhana,
5. Lakukanlah dengan segera,
6. Tekuni dengan sabar,
7. Sucikan dengan kejujuran,
8. Lindungilah dengan doa,
9. Dan apa pun yang terjadi, ikhlaslah.

Mario Teguh
Read more »